teks bergerak




Welcome to My Place




Minggu, 15 November 2015

Locked away

L.O.V.E is knowing someone weakness and not taking advantage of them. knowing their flaws and accepting who they are. and we do... yeah... pertemuan kita berawal di lapangan basket, dari awal gue sudah tertarik melihat dia but honestly gue ga suka sama dia. hitam manis tapi ga begitu jago basketnya. and actually gue pasti jatuh hati sama cowo yang jago basket nyatanya dia nggak tuh.
kurang lebih 2 tahun main basket bareng but ga sadar banget kalo ada yang deketin. ya emang aku anaknya cuek banget ini.
Perdana menjadi panitia sekaligus pemain is not easy...
Yaah unja cup pertama kali di adakan, dengan kesibukan yang teramat ribet kami semua anak soul yang juga merupakan anak UNJA as universitas jambi menjadi panitia untuk acara terbesar untuk kampus kami tersebut.
Selama berbulan-bulan disibukkan dengan undangan, gedung dan lain lain.
Tibalah disaat yang dinantikan, grand opening hingga pertandingan. Bukan hanya diribetkan dengan pertandingan saat itu tengah berlangsung uts as ujian tengah semester. Tentu kuliah nomor satu, mesti bolak balik mendalo jambi (gor kota baru jambi) yang membutuhkan waktu sekitar 45 menit mengendarai motor.
Dia..
Dia bertanya jam berapa jadwal pertandingan Unja putri, gue jawab sekena gue jam 11. Ternyata jadwal pertandingan putri dimajukan pukul 9 pagi, setelah bertanding dengan tergesa-gesa gue pulang untuk bersiap ke kampus untuk ujian, saat di parkiran dia dan temannya Sodik memberhentikan langkah gue.
Berdasarkan informasi dari Sodik mereka kabur psg atau magang sekolah mereka dan kebetulan mereka dapat magang di daerah Merlung yang setahu gue butuh waktu kurang lebih 3 jam. Tapi karna terburu-buru gue sangat tak perduli, bahkan setelah bertahun tahun gue baru tau mereka memutuskan pulang kembali ke merlung saat tahu tim ku telah selesai bertanding.
Saat penyerahan piala, yaa kami hanya menempati posisi juara 3 dia kembali datang, tapi tetap tak diperdulikan.
Berbulan bulan pun berlalu, chat kami pun makin intens. Mungkin gue sudah mencoba membuka diri, karna selama ini hidup gue hanya fokus pada kuliah dan basket. 
Hari itu,
Gue pulang dari kampus selepas maghrib, hujan sangat deras. Gue berteduh berharap hujan segera berhenti. Sembari menunggu gue membalas pesan yang masuk darinya, memberi tahu lokasi gue lalu dia menghilang tak mebalas pesan lagi. Tak berapa lama dia tiba, yaa beberapa kali dia memberi beberapa kejutan kecil dalam hidup gue.
Setiba di rumah dia menyatakan perasaan, gue meminta waktu karna gue belum pernah mengalami hal seperti ini. Dalam 3 hari gue memberi kan jawaban, yaa.
Semoga dengan gue membuka diri semua akan lebih indah. Hidup gue akan lebih berwarna atau mungkin hidup gue akan semakin mendung. Yaa kita lihat saja :)

Rabu, 21 Januari 2015

SOUL STREETBALL BASKETBALL JAMBI

                                     SOUL perdana sparing keluar kota Jambi

Selasa, 25 Februari 2014

Unbreak My Heart - Toni Braxton

Don't leave me in all this pain
Don't leave me out in the rain
Come back and bring back my smile
Come and take these tears away
I need your arms to hold me now
The nights are so unkind
Bring back those nights when I held you beside me

Un-break my heart
Say you'll love me again
Undo this hurt you caused
When you walked out the door
And walked out of my life
Un-cry these tears
I cried so many nights
Un-break my heart
My heart

Take back that sad word good-bye
Bring back the joy to my life
Don't leave me here with these tears
Come and kiss this pain away
I can't forget the day you left
Time is so unkind
And life is so cruel without you here beside me

Un-break my heart
Say you'll love me again
Undo this hurt you caused
When you walked out the door
And walked out of my life
Un-cry these tears
I cried so many nights
Un-break my heart
My heart

Don't leave me in all this pain
Don't leave me out in the rain
Bring back the nights when I held you beside me

Un-break my heart
Say you'll love me again
Undo this hurt you caused
When you walked out the door
And walked out of my life
Un-cry this tears
I cried so many, many nights
Un-break my

Un-break my heart oh baby
Come back and say you love me
Un-break my heart
Sweet darlin'
Without you I just can't go on
Can't go on....

Kamis, 26 September 2013

Boring is Normal, Normal is Boring

  Boring is Normal, kata bosan dan jenuh udah menjadi kata yang sangat tak asing ditelinga kita. Terlebih disaat sendirian. Bosan itu normal, siapa sih yang gak pernah merasa bosan? kalo kita ngelakuin perkejaan dan berjumpa dengan yang namanya masalah, pasti kita merasa bosan dan ingin sesegera mungkin menghentikan aktifitas kita tersebut. Itu sih yang tengah gue rasain saat ini, bosan jenuh sama semua yang gue jalani, itu lah sebabnya gue sering banget berhenti di tengah jalan saat menjalani sesuatu.
  Dunia fotography, awal mula terjun ke dunia jepret memang bukan personal dari diri gue. Saat SMP banyak dan sangat banyak temen gue yang menggeluti fotograph, dan gue? haha gue emang manusia paling cuek di muka bumi ini, saat ada tren apapun itu, gue gak akan peduli, mau dibilang kuper, kudet, whatever. Nah saat memasuki putih abu-abu lah ayah mulai mencintai jepret dan mengoleksi kamera, dan gue kena imbasnya. Saat bokap lo adalah seorang ketua komunitas fotography secara otomatis lo juga harus belajar setidaknya paham akan dunia yang sangat digemari bokap lo tersebut, karena itu lah yang gue alami. Selama kurang lebih setahun gue kursus memotret karena dorongan dari ayah gue, dan akhirnya gue mencapai titik jenuh, titik dimana ngerasa pengen berhenti dari kegiatan yang tengah dilakukan.
  Basket, gue sangat mencintai basket yaa jelas. Kalo gue hitung-hitung gue udah hampir 5 tahun bergelut di olahraga yang membuat gue candu satu ini, 5 tahun bukan lah sebentar. Dan selama itu tentu gue sering jatuh dalam lubang kejenuhan. Saat duduk dibangku SMP adalah saat pertama gue berkenalan dengan olahraga ini, dan saat dipaksakan untuk berhenti sejenak berolahraga dan fokus untuk UN, gue memutuskan untuk berhenti selamanya. Ya tapi, namanya abg labil tentu belum bisa konsekwen pada omongannya. Saat memasuki kelas 11, gue kembali latihan, gue dapat menutupi lubang kejenuhan yang sangat menjebak tersebut.
   The problem? Gue merasa saat ini titik jenuh itu kembali lagi. Ada hasrat yang mendorong untuk tidak melakukan apa pun. Apa pun yang gue suka, apa pun yang tengah gue geluti. Mungkin juga ini adalah salah satu hasrat yang membuat gue sadar bahwa saat ini gue kelas 3, dan gue harus belajar untuk masa depan gue. Gue ingin hidup normal.
  But, Normal is Boring. Menjadi manusia normal itu sangat sangat membosankan. Siapa sih yang mau memiliki hidup yang datar datar aja? Gak akan ada kenangan indah yang akan menjadi memori untuk diceritakan pada anak cucu yang akan datang jika hidup kita biasa-biasa aja.
  Cara gue, gue bukanlah anak yang pintar dan gue punya hasrat yang kuat untuk menjadi anak yang bandel. Kedua kelemahan itu gue gabungkan, pertama gue akan selalu serius saat belajar di kelas dan di rumah, lalu saat bel istirahat dan pulang dibunyikan gue akan bertransformasi menjadi anak bandel yang hobi ngisengin orang. hehe :)

Minggu, 26 Mei 2013

SOUL Streetball Basketball


 
 
   *hug* wah udah setahun gue nggak ngepost entri hehehe. Abisan bingung sih, sangking banyaknya kebahagiaan, suka cita yang gue lalui. mungkin terdengar jahat yaa, saat gue sedang senang senang gue nggak pernah ngepost. sedangkan saat sedang berduka gini, mulai deh menghubungi laptop :(
  yaa, sudah setahun gue bergabung disalah satu klub basket di Jambi, ya itu SoulStreetball Basketball. sebuah komunitas basket pertama di Jambi yang mengikut sertakan putra maupun putri dalam streetbaal atau basket jalanan.
  gue cerita sedikit deh tentang asal muasal gue bisa gabung di Soul. gue adalah maniak basket, jadi bodo amat gue sendirian, gue gak kenal siapa pun, yang penting gue berani untuk memulai sesuatu yang baru di dunia perbasketan. nah, jadi di minggu pagi gue iseng datang ke korem bermaksud untuk main main sendiri di lapangan basketnya. eeh, tau tau ngeliat ada yang latian gitu, yaudah gue iseng deh join padahal gak kenal siapa siapa. nama gue pun akhirnya dicatat tergabung dalam Soul.
  Soul, yang pada umumnya adalah wanita wanita kece dari berbagai macam sekolah dan universitas. udah lumayan banyak temen temen yang gue ajak gabung dalam soul. lebih dari sebulan gue sendirian latian disana, maksudnya bukan sendiri yang bener bener sendiri, tapi sendiri karna gak begitu kenal sama siapa pun. setelah dapat mengakrabkan diri barulah gue mengajak kak felda, indy, dan yang lainnya. kami menyebut para wanita kece soul dengan sebutan soulsister, karna memang kami sudah seperti keluarga. semua sudah akrab dan solid. jadwal latiannya hanya 2kali dalam seminggu, yaitu minggu pagi dan rabu malam. tetapi layaknya jelangkung, datang tak dijemput pulang tak diantar, kami sering muncul di korem setiap hari, biasanya sih untuk jogging atau minimal untuk latian shooting biasa.
  oh iya, sejak bergabung di soul lah gue bisa mengikuti turnamen saat SMA ini, gue bahkan pernah membawa nama unja. seneng banget dong. bahkan di soul ini gue mendapatkan surprise sweet seventeen, airmata menetes dengan sendirinya muehehehehe :D
  kemaren soul sempat punya problem, untungnya problem itu bisa di atasi. namun soul belum back to normal nih, semoga dengan permasalahan yang ada soul semakin solid, dan masalah adalah suatu jembatan kesuksesan, amin :) 
  kalo ngomongin tentang soul gak akan ada habisnya, pengennya sih semua yang ada di soul ini sukses barengan. jadi semua ditempuh bersama sama dan meraih sukses bersama juga. baru baru ini gue diberi kepercayaan untuk memegang uang kas soul, that's special thing but it's not easy. nah nah nah, nanti malam ada nonton bareng nih dirumah coach Ronal nonton final nbl, I'll not missing it!!


tim Unja Putri

Rabu, 26 Desember 2012

Dreamer

   I have a dreams, yaah memang gue memiliki banyak mimpi yang akan berkembang menjadi cita-cita. First, I wanna be a traveler! Enaknya menjadi pelancong itu kita bisa jalan-jalan dengan dibiayakan, selain itu mata selalu dimanjakan dengan berbagai pemandangan yang tentu saja menarik dan dapat mengenal berbagai culture juga. Second, I want to be a writer. Dari sekolah dasar gue memang gemar menulis, dan nilai-nilai dalam bidang menulis lumayan tinggi. Sekarang pun gue masih gila menulis,dan sekarang gue menjabat sebagai wartawan, tapi wartawan sekolah sih.
   Third, I wanna be a photografer! This is the most I expected, karena dunia photography sangat membuat penasaran dan berbicara mengenai keindahan. Banyak yang bilang photography adalah melukis dengan cahaya, itu membuat gue tertantang. Saat mulai mendalami dengan mengikuti berbagai workshop, ikutan courses, sampe terakhir di ajarin sama temen-temen ayah. Sebelum aku terjun dalam dunia photography memang ayah mendahuluiku, sampai saat ini ayah banyak memiliki teman dalam bidang ini, namun hanya menjadi hobby saja nggak untuk profesi. Susah banget belajar photography, nggak semudah nulis pastinya, banyak pengaturan yang harus berani kita mainkan namun nggak sembarangan juga. Trus ada juga komposisi, rule of third, dan lainnya. Nggak semudah yang gue pikirkan.
   To complete all of I wonder, the journalism is the key. Gue bisa traveling, menulis dan mengeksplor semua melalui foto. Wartawan yang beneran wartawan loh, bukan wartawan sekolah aja seperti saat ini.


take a my self pict in traveling

I Have a Dream

Jumat, 30 November 2012

The Only Exception - Paramore

When I was younger I saw my daddy cry
and curse at the wind.
He broke his own heart and I watched
as he tried to reassemble it.
And my momma swore
that she would never let herself forget.
And that was the day that I promised
I’d never sing of love if it does not exist.
But Darling,
You are the only exception.
You are the only exception.
You are the only exception.
You are the only exception.
Maybe I know somewhere
deep in my soul
that love never lasts.
And we’ve got to find other ways
to make it alone.
Keep a straight face.
And I’ve always lived like this
keeping a comfortable distance.
And up until now I had sworn to myself
that I’m content with loneliness.
Because none of it was ever worth the risk.
Well you are the only exception.
You are the only exception.
You are the only exception.
You are the only exception.
You are the only exception.
I’ve got a tight grip on reality,
but I can’t let go of what’s in front of me here.
I know you’re leaving in the morning
when you wake up.
Leave me with some kind of proof its not a dream.
You are the only exception.
You are the only exception.
You are the only exception.
You are the only exception.
You are the only exception.
You are the only exception.
You are the only exception.
You are the only exception.
I’m on my way to believing
And I’m on my way to believing

Minggu, 10 Juni 2012

Saat Terakhir

  Mendengar judulnya aja udah miris hati gue, selama setahun gue duduk di kelas X2. Dulunya gue pendiem sampe gue jingkrak jingkrak seperti sekarang semua karena X2. Dan suatu hal yang dulunya sangat gue sesalkan bisa gue nikmati sampai senikmat ini. Dulu gue selalu berharap untuk pindah sekolah karena gue ngerasa sangat dikucilkan, dicemooh.

  Banyak yang udah gue alami selama di X2. Gue ngerasain kali pertama kehilangan sosok yang dekat dengan gue, bukan hilang yang bisa ketemu lagi. Tapi hilang selamanya. Di sini gue dapat belajar tentang arti sebuah keluarga, sebuah persahabatan, percintaan, dan kemunafikan.

  Di sinilah gue ngerasain pedas manis putih abu abu, dan sudah pasti gak akan terlupakan sampai kapan pun. Walaupun ada dua walikelas yaitu Papa tee di semester1 dan Umi Ima di semester2. Kami semua tetaplah keluarga. Walau kedua sobat kami sudah pergi, alm Bagus pergi untuk selamanya dan Bangboy Ridho pindah sekolah. Kami seakan punya ikatan batin, mereka dikenal sangat nakal dan bisa di bilang menjelek jelekan nama kelas X2. Tapi di saat mereka pergi X2 tidak di pandang bahkan di cap sebagai kelas terhancur padahal sebelumnya X2 adalah kelas terbaik

"I LOVE MY X2"


Kamis, 03 Mei 2012

Alm. Bagus

    Sungguh gak pernah terduga, kematian tragis yang menimpa Bagus.

Sudah banyak yang mencela bahkan menyumpahi Bagus saat dia terbaring lemah di rumah sakit. Ternyata semua sudah salah mengira. Gue udah sangat tau kalo itu mustahil, gak mungkin Bagus kebut-kebutan. Bagus kalau bawa motor aja 40an kok, gak mungkin bisa jatuh dan menyebabkan dia meninggal. Dan kecurigaan gue terungkap sudah! Bagus di bunuh dengan cara yang tidak lazim.

Tak sopan rasanya jika menceritakan kejadian itu. Saat reka ulang adegan saja, mama (ibunda alm.Bagus) sangat histeris karena tidak menyangka bahwa bagus di bunuh dengan teragis. Sedangkan selama ini yang kami semua ketahui adalah Bagus jatuh sendiri. Kejam sungguh kejam.

Pertanyaan itu masih terngiang di ingatan gue, kenapa harus orang sebaik Bagus Saputra yang pergi dengan cara seperti ini? seorang teman yang tidak pernah menunjukkan kemarahannya di depan kami anak x2? yang tidak pernah berkata kotor kepada kami? bahkan saat terakhir ia pergi, ia sempat berpesan kepada salah satu anak x2.
"sepuluh dua jangan ada permusuhan, jangan ada yang berkelahi lagi. kita semua satu."
Gue seakan di beri petunjuk oleh Bagus bahwa saat penerimaan rapor semester 2 adalah perjumpaan terakhir kami, dengan senang hati gue memotret Bagus. Bahkan saat ia hendak pergi gue masih terus memotretnya.

foto terakhir gue berjumpa dengan alm. Bagus